BEKASI – Momentum pasca-Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 menjadi fase penting bagi kesinambungan pemerintahan desa di Kabupaten Bekasi. Di tengah proses menuju pelantikan kepala desa terpilih, sebanyak 154 Penjabat (Pj) Kepala Desa mendapat amanah untuk memastikan roda pemerintahan dan pelayanan publik tetap berjalan sebagaimana mestinya.
Ketua Umum AOB (Aliansi Ormas Bekasi) H. Zaenal Abidin, S.E., menyampaikan apresiasi sekaligus ucapan selamat bertugas kepada seluruh Pj Kepala Desa yang kini mengemban tanggung jawab tersebut.
“Atas nama Aliansi Ormas Bekasi, saya menyampaikan selamat bertugas kepada seluruh Pj Kepala Desa di 154 desa se-Kabupaten Bekasi. Amanah ini merupakan bagian penting dalam menjaga kesinambungan pemerintahan desa sampai kepala desa terpilih hasil Pilkades Serentak 20 September 2026 dilantik secara resmi,” ujar H. Zaenal Abidin.
Menurutnya, posisi Pj Kepala Desa bukan sekadar menjalankan fungsi administratif pemerintahan, melainkan juga menjadi bagian dari proses menjaga stabilitas sosial dan kesinambungan pelayanan masyarakat pada masa transisi kepemimpinan desa.
Karena itu, ia berharap seluruh Pj Kepala Desa dapat menjalankan amanah dengan integritas, profesionalitas, serta pendekatan yang humanis. Pelayanan kepada masyarakat, keberlangsungan program pemerintahan, pembangunan, pemberdayaan, dan pembinaan kemasyarakatan harus tetap menjadi perhatian utama.
“Di masa transisi seperti ini, yang dibutuhkan masyarakat adalah ketenangan, kepastian pelayanan, dan pemerintahan yang tetap hadir. Pj Kepala Desa memiliki posisi strategis untuk memastikan seluruh kebutuhan masyarakat tetap terlayani dengan baik,” katanya.
H. Zaenal Abidin juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Bekasi untuk menjadikan Pilkades Serentak sebagai momentum memperkuat persatuan. Perbedaan pilihan dalam kontestasi demokrasi, menurutnya, merupakan bagian dari dinamika kehidupan masyarakat yang harus diakhiri dengan semangat rekonsiliasi dan kebersamaan.
“Kontestasi sudah selesai. Saatnya seluruh elemen masyarakat kembali menyatukan langkah. Desa tidak boleh terbelah hanya karena perbedaan pilihan. Setelah proses demokrasi selesai, kepentingan masyarakat harus ditempatkan di atas kepentingan kelompok,” tegasnya.
Lebih dari itu, Ketua Umum AOB menaruh perhatian khusus terhadap pentingnya membangun hubungan yang semakin harmonis dan konstruktif antara pemerintah dengan organisasi kemasyarakatan. Menurutnya, pemerintah dan Ormas memiliki ruang pengabdian yang berbeda, tetapi mempunyai titik temu yang sama, yakni menghadirkan kemanfaatan bagi masyarakat.
“Pemerintah memiliki instrumen kebijakan dan program pembangunan, sementara Ormas memiliki kekuatan sosial dan jaringan masyarakat. Ketika keduanya dapat berjalan dalam semangat kemitraan, komunikasi, dan saling menghormati, maka akan lahir energi sosial yang besar untuk membangun Kabupaten Bekasi,” ungkapnya.
Ia menegaskan, AOB tidak ingin menempatkan organisasi kemasyarakatan sekadar sebagai pelengkap dalam pembangunan daerah. Sebaliknya, Ormas harus mampu menjadi bagian dari ekosistem pembangunan melalui penyampaian aspirasi masyarakat secara konstruktif, edukasi publik, penguatan kepedulian sosial, serta partisipasi dalam menjaga kondusivitas wilayah.
“Sinergi bukan berarti Ormas kehilangan sikap kritis. Justru kemitraan yang sehat membutuhkan komunikasi yang terbuka. Pemerintah membutuhkan masukan dari masyarakat, dan Ormas harus mampu menyampaikan aspirasi secara santun, objektif, dan bertanggung jawab,” jelas H. Zaenal Abidin.
Ia berharap semangat kolaborasi tersebut dapat semakin tumbuh hingga tingkat desa. Pj Kepala Desa maupun kepala desa terpilih nantinya diharapkan mampu membangun komunikasi yang baik dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk Ormas, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, perempuan, pelaku usaha, serta berbagai komunitas yang menjadi bagian dari kehidupan sosial Kabupaten Bekasi.
Menurut H. Zaenal Abidin, pembangunan desa yang berkelanjutan tidak cukup hanya bertumpu pada kekuatan pemerintah. Diperlukan partisipasi masyarakat yang luas, kepemimpinan yang terbuka, serta ekosistem sosial yang mampu menghubungkan kebijakan pemerintah dengan kebutuhan nyata masyarakat.
“Atas nama AOB, kami siap menjadi bagian dari ikhtiar besar tersebut. Mari kita bangun Kabupaten Bekasi dengan semangat kolaborasi. Pemerintah menjalankan tugasnya, masyarakat berpartisipasi, dan Ormas ikut memberikan kontribusi terbaik sesuai kapasitasnya,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, H. Zaenal Abidin kembali menyampaikan penghargaan kepada seluruh Pj Kepala Desa yang sedang menjalankan amanah di 154 desa se-Kabupaten Bekasi.
“Selamat bertugas kepada seluruh Pj Kepala Desa. Semoga amanah, diberikan kesehatan, kekuatan, dan kelancaran dalam menjalankan tugas hingga proses pelantikan kepala desa terpilih. Mari kita jaga kondusivitas, rawat persatuan, dan bangun tradisi pemerintahan yang terbuka serta kolaboratif. Karena masa depan Kabupaten Bekasi bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.


Komentar