KARAWANG — Hari Tani Nasional yang diperingati setiap 24 September menjadi momentum penting untuk kembali mengingat besarnya jasa dan perjuangan para petani dalam menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat.
Ketua Persatuan Artis Musik Dangdut Indonesia (PAMDI) Kabupaten Karawang, Jayadi, menyampaikan ucapan selamat Hari Tani Nasional sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memberikan penghargaan yang layak kepada para petani sebagai salah satu pilar utama ketahanan pangan nasional.
Menurut Jayadi, peringatan Hari Tani Nasional tidak semata-mata menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya sektor pertanian dan kehidupan para petani yang berada di balik tersedianya kebutuhan pangan sehari-hari.
“Selamat Hari Tani Nasional. Mari kita hormati dan hargai para petani yang telah bekerja keras menjaga pangan untuk kita semua. Perjuangan petani adalah bagian penting dari kehidupan bangsa,” ujar Jayadi.
Hari Tani Nasional ditetapkan untuk mengenang disahkannya Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) Nomor 5 Tahun 1960 pada 24 September 1960. Peringatan ini memiliki makna historis sekaligus menjadi pengingat mengenai pentingnya persoalan agraria, tanah, kesejahteraan petani, serta pembangunan sektor pertanian yang berkelanjutan.
Jayadi menilai, petani memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan. Karena itu, perhatian terhadap petani tidak cukup hanya diberikan ketika terjadi persoalan pangan, tetapi harus diwujudkan melalui penghargaan, perlindungan, peningkatan kesejahteraan, serta dukungan terhadap produktivitas pertanian.
“Petani bukan hanya mereka yang bekerja di sawah. Mereka adalah bagian dari rantai kehidupan yang memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap tersedia. Karena itu, kesejahteraan petani harus menjadi perhatian bersama,” katanya.
Sebagai Ketua PAMDI Kabupaten Karawang, Jayadi juga mengajak insan seni dan masyarakat luas untuk turut menyuarakan pentingnya penghormatan terhadap profesi petani melalui berbagai ruang kreativitas dan kegiatan sosial kemasyarakatan.
Menurutnya, seni dan budaya dapat menjadi sarana edukasi yang efektif untuk membangun kesadaran publik, termasuk mengenai pentingnya menjaga lahan pertanian, menghargai hasil kerja petani, serta memperkuat kecintaan generasi muda terhadap sektor pertanian.
“Semoga Hari Tani Nasional menjadi momentum untuk membangun kepedulian yang lebih besar terhadap petani. Mari kita dukung petani agar semakin sejahtera, pertanian semakin kuat, dan ketahanan pangan nasional semakin kokoh,” tutur Jayadi.
Ia berharap peringatan Hari Tani Nasional tahun ini dapat menjadi pengingat bahwa di balik setiap butir nasi dan bahan pangan yang dikonsumsi masyarakat, terdapat kerja keras, waktu, tenaga, dan perjuangan panjang para petani.
“Selamat Hari Tani Nasional. Terima kasih kepada seluruh petani atas dedikasi dan perjuangannya untuk negeri. Petani kuat, pangan kuat, Indonesia kuat,” pungkas Jayadi.


Komentar