Umum
Beranda / Umum / Hari Tani Nasional, Adin Jaelani Sopian Dorong Pertanian Karawang Semakin Maju dan Petani Semakin Sejahtera

Hari Tani Nasional, Adin Jaelani Sopian Dorong Pertanian Karawang Semakin Maju dan Petani Semakin Sejahtera

KARAWANG — Peringatan Hari Tani Nasional setiap 24 September menjadi momentum untuk kembali memberikan penghormatan kepada para petani sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam membangun sektor pertanian yang maju, produktif, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Karawang, Adin Jaelani Sopian, S.E., M.E., menyampaikan ucapan selamat Hari Tani Nasional kepada seluruh petani, khususnya para petani di Kabupaten Karawang yang selama ini memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan.

Menurut Adin, Hari Tani Nasional tidak seharusnya dipandang sekadar sebagai peringatan tahunan. Momentum tersebut perlu menjadi pengingat bahwa kekuatan pangan Indonesia sangat berkaitan erat dengan keberadaan petani, ketersediaan lahan pertanian, dukungan teknologi, akses terhadap sarana produksi, serta kepastian pasar bagi hasil pertanian.

“Selamat Hari Tani Nasional kepada seluruh petani Indonesia, khususnya para petani Kabupaten Karawang. Petani adalah bagian penting dari kekuatan bangsa. Karena itu, membangun pertanian berarti juga membangun ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Adin.

Hari Tani Nasional ditetapkan untuk mengenang disahkannya Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) Nomor 5 Tahun 1960 pada 24 September 1960. Semangat tersebut menjadi pengingat akan pentingnya tata kelola agraria yang memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung kehidupan dan kesejahteraan petani.

Hari Tani Nasional 2026, Darissalam: Swasembada Pangan Harus Bermuara pada Kesejahteraan Petani

Dalam pandangan Adin, tantangan pertanian Indonesia ke depan semakin kompleks. Petani tidak hanya membutuhkan lahan dan sarana produksi, tetapi juga membutuhkan akses terhadap teknologi, pembiayaan, pengetahuan, pasar, infrastruktur pertanian, serta perlindungan dari berbagai risiko yang dapat memengaruhi pendapatan mereka.

Karena itu, pembangunan pertanian menurutnya perlu dilakukan secara menyeluruh, dari hulu hingga hilir. Produktivitas petani harus ditingkatkan bersamaan dengan penguatan pengolahan hasil pertanian dan akses pasar, sehingga petani tidak hanya menjadi produsen bahan mentah, tetapi juga dapat memperoleh nilai tambah dari produk yang dihasilkan.

“Petani harus kita dorong agar semakin produktif dan memiliki posisi ekonomi yang lebih kuat. Jangan sampai hasil kerja keras petani memiliki nilai yang rendah karena rantai distribusi dan pengolahan belum memberikan nilai tambah yang optimal,” katanya.

Adin juga menilai regenerasi petani menjadi salah satu agenda penting dalam pembangunan pertanian Indonesia. Anak-anak muda perlu diberikan ruang dan kesempatan untuk melihat sektor pertanian sebagai bidang yang memiliki prospek ekonomi, terutama melalui pemanfaatan teknologi digital, mekanisasi pertanian, inovasi budidaya, dan pengembangan usaha agribisnis.

Menurutnya, pertanian modern tidak identik dengan meninggalkan tradisi. Sebaliknya, pengalaman dan kearifan para petani dapat dipadukan dengan ilmu pengetahuan serta teknologi agar menghasilkan sistem pertanian yang lebih efisien dan berdaya saing.

Hari Tani Nasional 2026, H. Oma Miharja Rizki: Kemajuan Pertanian Harus Berjalan Seiring dengan Kesejahteraan Petani

“Generasi muda harus kita dorong untuk melihat pertanian bukan sebagai pekerjaan yang tertinggal, tetapi sebagai sektor strategis yang memiliki peluang besar. Pertanian masa depan harus semakin modern, berbasis teknologi, produktif, dan tetap berpihak pada kesejahteraan petani,” ungkapnya.

Sebagai Ketua DPD PKS Kabupaten Karawang, Adin juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, petani, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat dalam membangun ekosistem pertanian yang kuat.

Karawang sebagai salah satu daerah yang memiliki peran penting dalam produksi pangan, menurutnya, mempunyai tanggung jawab strategis untuk menjaga keberlanjutan sektor pertanian sekaligus memastikan para petaninya mendapatkan manfaat ekonomi yang layak.

“Ketahanan pangan tidak boleh hanya berbicara tentang berapa banyak produksi yang dihasilkan. Kita juga harus berbicara tentang bagaimana petani yang menghasilkan pangan tersebut dapat hidup sejahtera,” tegasnya.

Adin berharap Hari Tani Nasional dapat menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap petani sekaligus mendorong kebijakan pembangunan yang memberikan ruang lebih besar bagi kemajuan sektor pertanian.

Jayadi PAMDI Karawang: Hari Tani Nasional Momentum Menghargai Perjuangan Petani

“Kalau kita ingin Indonesia memiliki ketahanan pangan yang kuat, maka petaninya harus kuat. Kalau kita ingin pertanian terus berkembang, maka generasi mudanya harus tertarik masuk ke sektor pertanian. Dan kalau kita ingin petani sejahtera, maka seluruh ekosistem pertanian harus kita bangun bersama,” pungkas Adin.

Selamat Hari Tani Nasional. Dari tanah yang subur, lahir pangan untuk negeri. Dari petani yang sejahtera, tumbuh ketahanan pangan Indonesia.

Bagikan berita/artikel ini

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

01

H. RIDHO CHOIRUL UMAM: KENAIKAN PANGKAT IRJEN POL DEKANANTO EKO PURNOMO MENJADI TELADAN PENGABDIAN DAN KEPEMIMPINAN BAGI GENERASI MUDA

02

Yusuf Ace Menang 71 Suara, Tegaskan Mandat Besar untuk Membangun Sukaresmi

03

Sahertian Lyonardo: Abdul Gofur Sosok Jujur, Amanah dan Berintegritas untuk Wadas Satu

04

XTC Purwakarta Tantang Kejari Usut Tuntas Dugaan PLTS Rp18 Miliar dan Tunjangan DPRD Rp72 Juta

05

KPIC Kembali Mengukir Prestasi, Juara Umum II Kejurnas GWIS Open 2026 Jadi Bukti Ketangguhan Pembinaan Atlet Karawang

× Advertisement
× Advertisement