Umum
Beranda / Umum / Dari Kolam Ketahanan Pangan, Hj Lina Herlina Bangun Sinergi RT-RW dan Lembaga Desa

Dari Kolam Ketahanan Pangan, Hj Lina Herlina Bangun Sinergi RT-RW dan Lembaga Desa

KARAWANG — Ada cara sederhana untuk merawat kebersamaan: duduk bersama, berbincang tanpa sekat, dan menikmati suasana dalam satu ruang yang sama. Semangat itulah yang terasa dalam kegiatan mancing gratis yang digelar Pemerintah Desa Sukaluyu, Kecamatan Telukjambe, Kabupaten Karawang.

Berlangsung di area pemancingan ketahanan pangan Desa Sukaluyu yang dikelola BUMDes Jaya Perkasa, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi hiburan bagi aparatur dan masyarakat. Lebih dari itu, momentum ini menjadi ruang silaturahmi yang mempertemukan berbagai unsur desa dalam suasana hangat, egaliter, dan penuh kekeluargaan.

Sebanyak 2 kuintal ikan mas dan mujair ditebar ke kolam pemancingan. Ratusan peserta turut ambil bagian, mulai dari perangkat desa, LPM, BUMDes, Karang Taruna, AMNIL, PKK, Posyandu, hingga perwakilan Cik Salin.

Kebersamaan semakin terasa dengan hadirnya 114 Ketua RT dan 22 Ketua RW, bersama jajaran lembaga kemasyarakatan Desa Sukaluyu. Mereka menjadi bagian penting dari kegiatan yang sekaligus memperkuat komunikasi antara pemerintah desa dengan unsur masyarakat yang bersentuhan langsung dengan kehidupan warga.

Turut hadir Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Karawang, H. Oma Miharja Rizki, dari Fraksi Demokrat. Kehadirannya turut memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang dikemas sederhana, tetapi membawa pesan penting tentang pentingnya membangun komunikasi dan kebersamaan di tingkat desa.

“Darsum” Apresiasi Pilkades Berjalan Aman dan Kondusif: Politik Sementara, Persahabatan Selamanya

Ketika Memancing Menjadi Filosofi Pelayanan

Di balik suasana santai dan kegembiraan para peserta, Kepala Desa Sukaluyu Hj. Lina Herlina menyampaikan pesan yang lebih dalam.

Menurut Lina, aktivitas memancing memiliki filosofi yang relevan dengan tugas pelayanan masyarakat, terutama bagi para ketua RT dan RW. Memancing membutuhkan kesabaran, fokus, ketenangan, sekaligus kemampuan membaca situasi.

“Jadi mancing itu bisa istilahnya penuh kesabaran, fokus. Nanti para Ketua RT dan RW itu bisa menempatkan kepada warga: fokus, kerja sama, dengan kesabaran kepada warga,” ujar Lina.

Menurutnya, RT dan RW merupakan bagian penting dalam struktur pelayanan masyarakat karena berada pada posisi yang paling dekat dengan warga. Beragam karakter, kebutuhan, dan persoalan masyarakat membutuhkan pendekatan yang tidak selalu sama.

Jelang Pengukuhan KAN Sungai Aua, Mahasiswa Desak Transparansi: Sejarah, Silsilah dan Dokumen Adat Harus Dibuka

Karena itu, membangun pemerintahan desa, kata Lina, bukan semata-mata berbicara mengenai program dan kebijakan. Ada aspek komunikasi, kesediaan mendengar, kerja sama, serta kesabaran yang harus terus dirawat.

“Dengan kebersamaan seperti ini, mudah-mudahan komunikasi dan kerja sama semakin baik, sehingga pelayanan kepada masyarakat juga semakin maksimal,” katanya.

Dari Silaturahmi Menuju Kekuatan Desa

Kegiatan mancing gratis tersebut merupakan bagian dari rangkaian HUT Desa Sukaluyu, setelah puncak perayaan sebelumnya dilaksanakan pada 6 September 2026.

Namun, kegiatan kali ini juga memiliki dimensi pemberdayaan. Di tengah suasana kebersamaan, Pemerintah Desa Sukaluyu memperkenalkan pemanfaatan area pemancingan sebagai bagian dari pengembangan ketahanan pangan desa yang dikelola BUMDes Jaya Perkasa.

Idhay Sumirat Sampaikan Selamat atas Kemenangan H. Umbara, Ajak Karangsari Bersatu Menatap Masa Depan

Kolam tersebut tidak hanya menjadi ruang rekreasi. Di dalamnya terdapat upaya memanfaatkan potensi desa agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi produktif melalui pengelolaan BUMDes.

Dengan demikian, kegiatan yang terlihat sederhana itu mempertemukan sejumlah unsur penting dalam pembangunan desa: ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi, silaturahmi, partisipasi masyarakat, dan pelayanan publik.

Kebersamaan yang terbangun pun diharapkan tidak berhenti ketika kegiatan memancing selesai. Hubungan antara pemerintah desa, RT, RW, lembaga kemasyarakatan, pemuda, kader perempuan, serta berbagai unsur masyarakat perlu terus dipelihara sebagai bagian dari modal sosial pembangunan.

Sebab, pembangunan desa bukan hanya tentang pembangunan fisik dan pelaksanaan program. Pembangunan juga membutuhkan kemampuan menyatukan berbagai unsur masyarakat dalam komunikasi yang sehat dan tujuan yang sama.

Dari sebuah kolam pemancingan, Desa Sukaluyu menghadirkan pesan sederhana namun bermakna: kebersamaan dapat tumbuh dari ruang-ruang sederhana, sementara sinergi yang kuat lahir dari komunikasi yang terus dirawat.

Ketika RT dan RW berjalan bersama dengan pemerintah desa, ketika lembaga kemasyarakatan ikut bergerak, dan ketika masyarakat merasa menjadi bagian dari proses pembangunan, maka pelayanan kepada warga memiliki fondasi sosial yang semakin kuat.

Dari kolam ketahanan pangan, Sukaluyu tidak hanya menebar ikan, tetapi juga menumbuhkan kebersamaan, memperkuat silaturahmi, dan merawat sinergi untuk membangun desa.

Bagikan berita/artikel ini

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

01

H. RIDHO CHOIRUL UMAM: KENAIKAN PANGKAT IRJEN POL DEKANANTO EKO PURNOMO MENJADI TELADAN PENGABDIAN DAN KEPEMIMPINAN BAGI GENERASI MUDA

02

Sahertian Lyonardo: Abdul Gofur Sosok Jujur, Amanah dan Berintegritas untuk Wadas Satu

03

Yusuf Ace Menang 71 Suara, Tegaskan Mandat Besar untuk Membangun Sukaresmi

04

XTC Purwakarta Tantang Kejari Usut Tuntas Dugaan PLTS Rp18 Miliar dan Tunjangan DPRD Rp72 Juta

05

KPIC Kembali Mengukir Prestasi, Juara Umum II Kejurnas GWIS Open 2026 Jadi Bukti Ketangguhan Pembinaan Atlet Karawang

× Advertisement
× Advertisement