BEKASI — Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Jatibaru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Minggu (20/9/2026), telah selesai dilaksanakan. Berdasarkan hasil rekapitulasi perolehan suara dari seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS), H. Apudin Asnawi, S.E. memperoleh suara terbanyak.
Dari hasil penghitungan suara di seluruh TPS, H. Apudin Asnawi memperoleh 3.529 suara. Sementara Sadar Darmadi memperoleh 2.680 suara, sedangkan Rudianto mendapatkan 58 suara.
Dengan perolehan tersebut, H. Apudin Asnawi menjadi calon dengan suara terbanyak dalam Pilkades Jatibaru. Hasil tersebut kemudian disambut dengan antusias oleh ribuan pendukungnya yang memberikan ucapan selamat atas capaian yang diraih.
Meski demikian, H. Apudin Asnawi mengimbau seluruh pendukung dan masyarakat Desa Jatibaru untuk tidak larut dalam euforia kemenangan. Ia meminta agar masyarakat tetap tenang serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban pascapenghitungan suara.
“Alhamdulillah, hasil penghitungan suara dari seluruh TPS sudah kita ketahui. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan menjaga kondusivitas. Jangan ada aksi provokatif dan jangan mudah terprovokasi,” ujar H. Apudin Asnawi.
Menurutnya, perbedaan pilihan dalam Pilkades merupakan bagian dari proses demokrasi. Setelah pemungutan dan penghitungan suara selesai, seluruh masyarakat diharapkan kembali bersatu dan menjaga hubungan kekeluargaan.
Ia juga mengingatkan para pendukungnya untuk tidak melakukan tindakan yang dapat menimbulkan gesekan maupun memperkeruh suasana. Kemenangan, menurutnya, harus dimaknai sebagai amanah dan awal dari tanggung jawab untuk membangun Desa Jatibaru.
“Yang menang jangan berlebihan, yang belum mendapatkan hasil sesuai harapan juga tetap kita rangkul. Kita semua adalah masyarakat Jatibaru. Mari bersama-sama menjaga persatuan dan keamanan desa,” tuturnya.
Dengan selesainya proses pemungutan dan penghitungan suara di seluruh TPS, masyarakat Desa Jatibaru diharapkan dapat kembali fokus pada kehidupan bermasyarakat serta bersama-sama mengawal pembangunan desa ke depan.


Komentar