Umum
Beranda / Umum / “H Obay” GMBI: Masyarakat Jangan Dibiarkan Menghadapi Ancaman Erupsi Sendirian

“H Obay” GMBI: Masyarakat Jangan Dibiarkan Menghadapi Ancaman Erupsi Sendirian

Dorong Perlindungan, Informasi Akurat, dan Kesiapsiagaan Pemerintah Hadapi Dampak Abu Vulkanik

BEKASI — Di tengah meningkatnya perhatian masyarakat terhadap aktivitas erupsi Anak Gunung Krakatau dan potensi dampak abu vulkanik yang dapat dirasakan hingga sejumlah wilayah, H. Sobari Ishariyanto atau H. Obay, Ketua DPD GMBI (Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia) Kabupaten Bekasi, menyerukan agar keselamatan dan kepentingan masyarakat ditempatkan sebagai prioritas utama.

Bagi H. Obay, situasi seperti ini bukan semata persoalan fenomena alam, melainkan menyangkut rasa aman, kesehatan dan keberlangsungan aktivitas masyarakat. Karena itu, masyarakat tidak boleh dibiarkan menghadapi ketidakpastian seorang diri. Pemerintah dan seluruh unsur terkait harus hadir memberikan perlindungan, informasi yang jelas serta langkah mitigasi yang dapat dipahami dan dijalankan masyarakat.

Karyanto: Perlindungan Konsumen Harus Menjadi Etika Utama Industri Perumahan

“Masyarakat jangan dibuat takut, tetapi juga jangan dibiarkan menghadapi situasi seperti ini tanpa kepastian. Mereka berhak mendapatkan informasi yang benar, perlindungan yang memadai dan pelayanan yang cepat ketika membutuhkan bantuan,” ujar H. Obay.

Ia meminta masyarakat tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan dengan menjadikan informasi resmi dari pemerintah dan lembaga kebencanaan sebagai rujukan. Menurutnya, dalam situasi yang menyangkut keselamatan publik, kecepatan dan akurasi informasi sama pentingnya dengan tindakan di lapangan. Jangan sampai masyarakat justru memperoleh informasi simpang siur dari media sosial sementara penjelasan resmi terlambat diterima.

H. Obay juga mengingatkan bahwa dampak abu vulkanik bukan persoalan sepele bagi kelompok masyarakat tertentu. Anak-anak, lansia, ibu hamil serta warga yang memiliki gangguan pernapasan membutuhkan perhatian lebih. Karena itu, apabila kualitas udara memburuk atau abu vulkanik mulai dirasakan, masyarakat perlu mendapatkan edukasi dan perlindungan kesehatan yang memadai, termasuk penggunaan masker yang sesuai serta pembatasan aktivitas di luar ruangan.

“Kita bicara tentang manusia, tentang keluarga dan tentang kesehatan masyarakat. Jangan sampai masyarakat baru mendapatkan perhatian setelah ada yang jatuh sakit. Antisipasi harus dilakukan sekarang, bukan menunggu keadaan menjadi lebih buruk,” tegasnya.

Sebagai Ketua DPD GMBI Kabupaten Bekasi, H. Obay mendorong pemerintah daerah bersama BPBD, pemerintah kecamatan dan desa, tenaga kesehatan, aparat keamanan serta seluruh unsur terkait untuk memperkuat pemantauan. Menurutnya, masyarakat membutuhkan sistem kesiapsiagaan yang nyata, bukan sekadar imbauan. Informasi perkembangan kondisi harus disampaikan secara berkala, mudah dipahami dan menjangkau masyarakat hingga tingkat lingkungan.

Kejari Karawang Tetapkan Tersangka Kelima Kasus Dugaan Korupsi KPR PT BAS, Aliran Dana Rp1,45 Miliar Jadi Sorotan

Ia juga meminta agar masyarakat yang berpotensi terdampak tidak diposisikan hanya sebagai objek dalam penanganan kebencanaan. Masyarakat harus dilibatkan, didengar dan diberikan ruang untuk menyampaikan kondisi yang mereka alami. Menurutnya, respons kebencanaan yang baik adalah respons yang menempatkan warga sebagai manusia yang harus dilindungi, bukan sekadar angka dalam laporan.

“Kalau ada masyarakat yang membutuhkan masker, layanan kesehatan, air bersih atau bantuan lainnya, jangan sampai mereka kesulitan mencari pertolongan. Pemerintah bersama seluruh elemen masyarakat harus bergerak. Dalam kondisi seperti ini, kepedulian tidak boleh berhenti pada kata-kata,” katanya.

H. Obay menegaskan GMBI Kabupaten Bekasi siap mengambil bagian dalam membangun kesadaran dan solidaritas masyarakat, terutama dengan mengedepankan edukasi, gotong royong serta penyampaian informasi yang bertanggung jawab. Ia mengajak jajaran organisasi untuk tidak memperkeruh suasana, tetapi menjadi bagian dari solusi dengan membantu masyarakat memahami situasi secara jernih.

Pada akhirnya, H. Obay mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan dalam menghadapi potensi bencana bukan hanya seberapa cepat pemerintah bertindak ketika keadaan memburuk, tetapi seberapa mampu seluruh elemen mencegah masyarakat menjadi korban. “Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga keselamatan sesama. Masyarakat harus tenang, pemerintah harus hadir, dan seluruh unsur harus siaga. Jangan biarkan satu pun warga merasa sendirian ketika menghadapi situasi yang mengkhawatirkan. Keselamatan masyarakat adalah harga yang tidak boleh ditawar,” pungkasnya.

H. Apud Syaepudin: Pengabdian Michael Simbolon Patut Dikenang, Kepemimpinan Vicky H.M. Membawa Harapan Baru bagi Bekasi
Bagikan berita/artikel ini

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement