Berita Daerah Kriminal Politik dan Hukum
Beranda / Politik dan Hukum / Pengadilan Tinggi Pontianak Bebaskan WNA China Pencuri 774 Kg Emas di Ketapang

Pengadilan Tinggi Pontianak Bebaskan WNA China Pencuri 774 Kg Emas di Ketapang

 

Pontianak, SwaraJabar.id – Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Pontianak mengabulkan permohonan banding Yu Hao (49), Warga Negara Asing (WNA) asal China terdakwa perkara tindak pidana penambangan tanpa izin di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar).

 

Dalam dokumen Petikan Putusan Pidana yang diterima, Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Pontianak Isnurul S Arif menerima permintaan banding terdakwa Yu Hao dan membatalkan Putusan Pengadilan Negeri Ketapang Nomor 332/Pid.Sus/2024/PN Ktp tanggal 10 Oktober 2024.

 

Di Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari, Kapolda Banten Berharap Bhayangkari Menjadi Mitra Strategis Polri

Majelis hakim juga menyatakan terdakwa Yu Hao tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana melakukan penambangan tanpa izin sebagaimana dalam dakwaan tunggal penuntut umum, serta membebaskan terdakwa dari dakwaan dan tahanan.

 

Kepala Seksi Intelejen Kejaksaan Negeri (Kejari) Ketapang Panter Rivay Sinambela membenarkan Petikan Putusan Pidana tersebut dan memastikan jaksa melakukan kasasi.

 

“Iya betul, kita wajib kasasi,” kata Panter saat dihubungi, Selasa (14/01/2025).

Polisi Bongkar Pabrik Obat Ilegal yang Beroperasi Senyap di Tengah Kota Bandung

 

Sebelumnya, mengutip laman resmi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Majelis Hakim Pengadilan Negeri Ketapang memutuskan terdakwa Yu Hao bersalah dan divonis hukuman 3,5 tahun dan denda Rp30 miliar.

 

Terdakwa warga negara China ini melanggar pidana Pasal 158 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, dituntut pidana penjara selama 5 tahun dan denda sebesar Rp50 miliar.

 

DARI DUNIA KE IMPERIUM NUSANTARA

Apabila denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan kurungan selama enam bulan, dikurangi masa penangkapan dan/atau penahanan yang telah dijalani. Terdakwa akan tetap ditahan selama masa persidangan.

 

Sebelumnya diberitakan aktivitas tambang emas ilegal dilakukan sejumlah WNA China yang dikoordinir YH itu membuat negara mengalami kerugian sangat besar.

 

Menurut taksiran Kementerian ESDM, nilai kerugian negara akibat pertambangan emas ilegal itu mencapai Rp1,020 triliun. Kerugian tersebut berasal dari cadangan emas yang hilang sebanyak 774,27 kg dan perak sebanyak 937,7 kg.

 

Tim PPNS Ditjen Minerba sendiri telah melakukan serangkaian kegiatan penyelidikan dan ditingkatkan menjadi tahap penyidikan terhadap kegiatan pertambangan tanpa izin yang dilakukan oleh YH dan komplotannya. (Source: Jurnalis.co.id / foto ilustrasi AI)

 

Bagikan berita/artikel ini

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

01

H. RIDHO CHOIRUL UMAM: KENAIKAN PANGKAT IRJEN POL DEKANANTO EKO PURNOMO MENJADI TELADAN PENGABDIAN DAN KEPEMIMPINAN BAGI GENERASI MUDA

02

Yusuf Ace Menang 71 Suara, Tegaskan Mandat Besar untuk Membangun Sukaresmi

03

Muhammad Rosi Aquilani, Talenta Muda Bekasi yang Menembus EPA U-16 Garudayaksa, Ukir Deretan Prestasi Sejak Usia Dini

04

Sahertian Lyonardo: Abdul Gofur Sosok Jujur, Amanah dan Berintegritas untuk Wadas Satu

05

Pemasangan PJU di RW 10 Dunguscariang Disorot, RAB Dipertanyakan, Lokasi dan Koordinasi Dinilai Janggal

× Advertisement
× Advertisement