Umum
Beranda / Umum / Diduga Terjadi Tindak Kekerasan di SMP Negeri 1 Tambun Selatan, Video Perundungan Beredar di Media Sosial

Diduga Terjadi Tindak Kekerasan di SMP Negeri 1 Tambun Selatan, Video Perundungan Beredar di Media Sosial

Bekasi – Dugaan tindak kekerasan antarpelajar kembali mencoreng dunia pendidikan di Kabupaten Bekasi. Kali ini, peristiwa tersebut diduga terjadi di SMP Negeri 1 Tambun Selatan, dan melibatkan sejumlah siswa dari kelas 9 terhadap siswa kelas 8.

Kejadian ini mencuat setelah video dugaan penganiayaan tersebut beredar luas di media sosial. Dalam video berdurasi singkat itu, tampak beberapa siswa melakukan aksi pemukulan dan penendangan terhadap sejumlah pelajar lain di sebuah tempat yang disebut-sebut sebagai mess di samping SPBU Tambun Selatan.

Menurut informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi pada Kamis, 4 Agustus 2025. Sementara laporan resmi telah disampaikan oleh pihak keluarga korban ke Polsek Tambun Selatan pada Rabu, 15 Oktober 2025.

Salah satu korban, berinisial AL, diketahui saat itu tengah berangkat menuju tempat bermain PlayStation di Jalan Pengairan, Desa Tambun, Kecamatan Tambun Selatan, sekitar pukul 14.30 WIB. Di lokasi tersebut, AL bertemu dengan dua pelaku berinisial FJR dan RK. Tak lama kemudian, para korban diajak ke sebuah mess di dekat SPBU Tambun Selatan.

Irjen Pol Sonny Irawan Pimpin Polda Sumut, Ajak Seluruh Personel Jadikan Profesi Polri sebagai Ladang Ibadah

Di tempat itu, sudah menunggu beberapa pelaku lainnya, yakni AK, STR, FHR, ADS, dan RF. Para pelajar kelas 8 tersebut kemudian diperintahkan untuk berbaris dan jongkok, sebelum akhirnya ditampar dan ditendang secara bergantian oleh para pelaku yang merupakan senior di sekolah mereka.

Kekerasan tersebut bahkan direkam oleh salah satu pelaku, RF, dan kemudian disebarkan ke grup WhatsApp bernama “1 Tambun Toss.” Dalam video itu tampak jelas bagaimana para korban mendapat perlakuan kasar tanpa perlawanan.

Tak berhenti di situ, seorang pelaku lain berinisial DF juga datang dan turut melakukan tendangan ke arah lengan kiri korban. Usai kejadian, para korban diperintahkan untuk duduk di dalam mess. Ironisnya, setelah aksi kekerasan tersebut, para korban dan pelaku masih sempat nongkrong bersama sambil bermain kartu poker hingga sekitar pukul 16.30 WIB, sebelum akhirnya pulang ke rumah masing-masing.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi serta para pihak terkait untuk memastikan kronologi lengkap dan motif di balik tindakan tersebut.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi dunia pendidikan, agar pihak sekolah dan orang tua semakin memperketat pengawasan serta membangun karakter siswa agar tidak terjerumus pada tindakan kekerasan dan perundungan di lingkungan sekolah.

Semakin Diguncang, Semakin Melaju Kencang: Setiawan Adriel Tegaskan Militansi Dukungan untuk Gibran dan Pengabdian bagi Indonesia

Bagikan berita/artikel ini

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

01

H. RIDHO CHOIRUL UMAM: KENAIKAN PANGKAT IRJEN POL DEKANANTO EKO PURNOMO MENJADI TELADAN PENGABDIAN DAN KEPEMIMPINAN BAGI GENERASI MUDA

02

Yusuf Ace Menang 71 Suara, Tegaskan Mandat Besar untuk Membangun Sukaresmi

03

Muhammad Rosi Aquilani, Talenta Muda Bekasi yang Menembus EPA U-16 Garudayaksa, Ukir Deretan Prestasi Sejak Usia Dini

04

Sahertian Lyonardo: Abdul Gofur Sosok Jujur, Amanah dan Berintegritas untuk Wadas Satu

05

XTC Purwakarta Tantang Kejari Usut Tuntas Dugaan PLTS Rp18 Miliar dan Tunjangan DPRD Rp72 Juta

× Advertisement
× Advertisement